Serikat Pendekar Lorong

Entries from November 2008

New policies for potwashers

November 17, 2008 · Leave a Comment

Pasca inspect di padepokan (terutama mesin jebot potwash), pihak lorong (Terry, manager, atau siapa lah namanya) mengeluarkan kebijakan baru soal teknis pencucian peralatan. Berikut beberapa ketentuan baru (Akan ditambahkan secara berkala):
  1. Plat dan mat (karpet), ketika masuk mesin, harus dipisah nggak boleh lagi ditumpuk. ….. aturan ini jelas membuat kerjaan jadi lebih lama selesainya. ……tapi nikmati aja….
  2.  Karpet (basah) yang habis dicuci harus diletakkan terpisah dengan karpet yang sudah kering…… karpet basah di taruh di rak bagian bawah, sementara yang kering di bagian atas.
  3. bla bla
  4. bla bla
  5. bla bla
  6. Mempersilahkan teman section lain yang sedang “ngemil” roti Lorong untuk ngemil di area potwash belakang saja karena tempat ini terlindung dari Kamera.

Categories: potwash
Tagged:

Quote of the day

November 15, 2008 · Leave a Comment

Kerja di Lorong jangan takut sama Terry atau Si Laurent apalagi si Morris, tapi takutlah pada Allah, kerjalah dengan sepenuh hati, ganjarannya pasti dapat roti he…he….

Urai Warrior

Categories: pendekar
Tagged:

“Change Your Flat Direction”

November 15, 2008 · Leave a Comment

Princess Hwy (SL),-
Potwash room kini terus berbenah. Setelah inspeksi Laurent-1 beberapa
hari yang lalu, di sana sini mulai tampak perubahan: ruangan yang
lebih terang, dinding yang lebih bersih, blower dan mesin yang
kinclong, juga saluran listrik yang on kembali. Namun ada paradoks:
tumpukan sisa pekerjaan shift potwash masih berserakan di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan wartawan SuaraLorong, Jumat (14/11) pukul 11.30
pagi, masih tampak tumpukan karpet kotor direndam di salah satu sink,
dan tumpukan plat di sink yang lain. “Itu karena kemarin mesin
dimatikan, jadi pekerjaan shift kemarin belum tuntas, padahal
balabantuan sudah dikerahkan,” ujar salah seorang pendekar yang tidak
mau disebutkan namanya.

Mau tidak mau, keadaan ini berefek juga pada bagian produksi. Jumat
siang kemarin tampak seorang India bolak-balik mencari dan menanyakan
plat-panjang yang biasanya mereka ambil di troly siang hari. “Saya
minta seratus plat-panjang, yang bersih, bukan yang pendek seperti
ini,” katanya dengan gayanya yang khas kepada salah seorang pendekar
yang sedang serius membersihkan plat di ujung mesin potwash.

Celakanya, saat wartawan SL memantau kembali pukul 2.30 siang, mesin
kembali sedang dimatikan. Nampak tiga orang bule bagian maintenance
sedang serius berdiskusi sambil sesekali membuka dan menutup dinding
mesin.

Baru sekitar pukul 4 sore mesin kembali dinyalakan. “Informasi untuk
semua pencuci plat di potwash, menyimpan platnya jangan melebar,
tetapi memanjang, terus jangan terlalu rapat, buat jarak antara plat
satu dengan yang lain, ini untuk menghindari mesin macet,” demikian
disampaikan juru bicara tim maintenance dalam siaran persnya di depan
sejumlah pendekar yang sepanjang mesin dimatikan hanya bisa mencuci
manual ala ibu-ibu di sumur pemandian umum di desa Indonesia.

Belum ada tanggapan resmi dari Suhu juga Presiden tentang kebijakan
baru ini. Gosip berhembus, “kita jangan menyimpan plat-plat terlalu
rapat, kalau mereka melihat. Kalau enggak, ya… gimana lagi, kapan
bisa selesai dong kalo begitu terus?”

Karpet di Oven
Sementara itu, Presiden Pendekar telah menginstruksikan agar karpet
yang dicuci di sink, agar dibilas di mesin potwash, lalu dikeringkan
dulu di oven sebelum ditumpuk di tempat biasa. “Ini untuk menghindari
tumbuhnya jamur di karpet, kalau ditumpuk dalam keadaan basah,”
ujarnya dalam bincang ringan dengan wartawan SL sambil menggosok
karpet di salah satu sink potwash-room.

Dengan kebijakan baru ini, plus beban pekerjaan yang masih bertumpuk
dari shift sebelumnya, juga desakan bagian produksi meminta alat-alat
bersih, nampaknya para pendekar di bagian potwash mesti mengerahkan
semua jurus, jampi, juga trik agar siklus pekerjaan bisa kembali
normal. Kita lihat saja.#(Heru Be/L84)

Categories: news
Tagged: